view in Bali :))

 
pantai Kuta…
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Bedugul ….
 
Kampung Adat

Proker KKP

Sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui pembuatan pupuk organik

Persoalan lingkungan yang selalu menjadi isu besar di hampir seluruh wilayah adalah masalah sampah. Keluarga sebagai konsumen merupakan salah satu penyumbang terbesar sampah, yakni mencapai 6.500 ton pertahun. Meski dari setiap rumah tangga hanya menghasilkan tidak terlalu banyak sampah, namun dengan kepadatan rumah serta berkorelasi dengan waktu produksi, maka limbah rumah tangga dapat dikatakan sebagai kontributor nomor satu penghasil sampah. Pengertian dari limbah rumah tangga sesungguhnya adalah sampah atau limbah yang dihasilkan dari buangan rumah tangga; baik dari perumahan maupun pemukiman umum.

Pertambahan jumlah sampah yang tidak diimbangi dengan pengelolaan yang ramah lingkungan akan menyebabkan terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan. Sebagai konsumen akhir, keluarga mempunyai tanggung jawab sosial dalam hal menjaga dan melestarikan lingkungan. Hal yang perlu diketahui keluarga adalah jenis-jenis sampah dan bagaimana pengelolaannya. Limbah rumah tangga terdiri dari limbah organik dan anorganik. Limbah organik lebih mudah terurai oleh bakteri pengurai dan dekomposer, sehingga penanganannya cukup mudah. Pemanfaatannya pun cukup banyak, diantaranya pembuatan kompos dari sisa kulit pisang.

 

Penyuluhan pengasuhan dan pendampingan ibu hamil dan menyusui untuk mencegah gizi buruk

Pengasuhan merupakan sebuah alat penyampaian pesan kepada anak mengenai nilai-nilai sehingga menjadi suatu variasi antar budaya dalam masyarakat. Pengasuhan sering disebut pula sebagai child-rearing yaitu pengalaman, keterampilan, kualitas, dan tanggung jawab sebagai orangtua dalam mendidik dan merawat anak. Menurut Dwi Hastuti (2010) pengasuhan adalah pengetahuan, pengalaman, keahlian dalam melakukan pemeliharaan, perlindungan, pemberian kasih sayang dan pengarahan kepada anak. Pengasuhan ini mencakup beberapa aktivitas yaitu: melindungi anak, memberikan perumahan atau tempat perlindungan, pakaian, makanan, merawat anak (termasuk memandikan, mengajarkan cara buang air, dan memelihara ketika anak sakit), memberikan kasih sayang dan perhatian pada anak, berinteraksi dengan anak dan memberikan stimulasi kepada anak.

Perhatian dan pola pengasuhan akan memberikan dampak terbaik bagi tumbuh kembang anak terutama untuk anak usia balita dengan rentan waktu 1-5 tahun. Dalam perawatan anak, orangtua harus dapat memenuhi kebutuhan diri anak yaitu kebutuhan peawatan kesehatan dan gizi, kasih sayang serta stimulasi agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Hal ini sangat penting bagi kehidupan emosional anak yang akan menjadi titik tolak dan sekaligus landasan bagi pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Mengingat sangat strategisnya posisi orangtua dalam mengembangkan kepribadian anak, maka orangtua serta anggota keluarga harus mampu mewujudkan lingkungan keluarga yang positif dan dapat merangsang tumbuh kembang anak secara optimal sesuai dengan usia anak baik dalam aspek fisik, psikis keterampilan, kecerdasan, sosial maupun emosional.

Rencana Program KKP

PROGRAM KKP

  1.     Menciptakan lingkungan sekolah ramah anak

Gambaran umum tentang sekolah ramah anak.

Sekolah yang ramah anak merupakan institusi yang mengenal dan menghargai hak anak untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, kesempatan bermain dan bersenang, melindungi dari kekerasan dan pelecehan, dapat mengungkapkan pandangan secara bebas, dan berperan serta dalam mengambil keputusan sesuai dengan kapasitas mereka. Sekolah juga menanamkan tanggung jawab untuk menghormati hak-hak orang lain, kemajemukan dan menyelesaikan masalah perbedaan tanpa melakukan kekerasan. Didalam konsep sekolah ramah anak murid selalu dilibatkan  didalam menciptakan lingkungan sekolah yang menarik dan ideal seperti :

  • Dilibatkan dalam mengungkapkan ide, gagasannya mendesain sekolah dengan media belajar (kotak saran, jam diri, kotak soal, majalah dinding, taman, kebun sekolah, penataan bangku, dekorasi kelas sehingga menarik).
  • Murid dilibatkan dalam berbagai  aktifitas yang mengembangkan kompetensi dengan menekankan proses belajar melalui berbuat sesuatu.

Bagaimana menciptakan sekolah yang ramah anak…?

  • Sekolah harus inklusive (terbuka) peka gender dan non diskriminasi.
  • Proses pembelajaran yang efektif/ menerapkan PAKEM
  • Sehat untuk anak.
  • Perhatian dan melindungi anak
  • Melibatkan anak, orang tua dan masyarakat didalam meningkatkan kualitas sekolah.

 

Potret bagaimana proses belajar berlangsung…?

Proses pembelajaran yang efektif/ menerapkan PAKEM. Bagaimana siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan

Salah satu proses belajar yang menarik adalah ketika model belajar yang selalu bervariasi (Multi Metode)

Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan dan cocok bagi siwa

Anak belajar tidak sekedar menghapal tetapi harus mengkonstruksikan pengetahuan tersebut dibenak mereka sendiri

Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik.

Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Kelas yang menarik akan sangat menunjang proses belajar mengajar (PBM). Desain kelas yang menarik sebaiknya disesuaikan dengan kondisi anak. Kelas rendah tidak sama dengan kelas tinggi, media-media yg dipajang menunjukan mata pelajaran yang dipelajari. Kutipan hasil penelitian para ahli mengatakan bahwa “ warna dan gerakan (metode belajar)dapat mendorong kemampuan belajar (Learning)

 Bagaimana menciptakan lingkungan sekolah/kelas yang menarik dan artistik

Didalam konsep sekolah ramah anak murid selalu dilibatkan  didalam menciptakan lingkungan sekolah yang menarik dan ideal, seperti: dilibatkan dalam mengungkapkan ide gagasannya mendesain sekolah dengan media belajar (kotak saran, jam diri, Kotak soal, majalah dinding, taman, kebun sekolah, penataan bangku, dekorasi kelas sehingga menarik.

Desain kelas dengan pajangan hasil karya siswa

Mengapa harus ada pajangan? Untuk menciptakan lingkungan belajar yang menarik. Dan apa manfaatnya ?Manfaatnya adalah membantu siswa dalam proses pembelajaran, memberikan motivasi dan dorongan pada siswa, mempertunjukkan atau memamerkan hasil pekerjaan siswa, Anak mudah mendapat gagasan baru dari apa yang dipajangkan, sebagai alat kontrol dan umpan balik. Menciptakan lingkungan sekolah yang menarik tidak harus mahal, barang bekaspun jadi seperti yang terlihat dalam gambar dibawah ini.

Apa Saja Yang Sebaiknya Dipajangkan.

Hasil pekerjaan siswa; Tulisan Anak seperti, cerita, karangan, puisi, laporan, buku yang dibuat anak. Hasil kerja kelompok/ personal, seperti kliping, kerajinan tangan atau karya seni dsb. Hasil gambar anak-anak seperti, peta, denah, kaligrafi, dsb. Media-media belajar siswa

Yang seharusnya tidak dipajang adalahLembaran latihan rutin Hasil kerja yang kurang benar, karya yang tidak bagus untuk di contoh misalnya tidak rapi, acak-acakan/ tidak teratur. Selain hasil karya siswa, media belajar mandiripun menjadi bagian yang ada dikelas

BAGAIMANA CARA MEMAJANGKAN.

  • Mudah dan nyaman dibaca oleh anak (tidak terlalu tinggi)
  • Pekerjaan anak sebaiknya dipajang secara individual (bukan bundelan)
  • Yang dipajangkan hendaknya dalam keadaan bersih, rapi, menarik (diberi warna)
  • Benda/media yang dipajangkan dapat di tempel didinding, digantung di langit-langit/ diatur diatas meja.
  • Pajangan harus pada tempat yang bisa di lihat/dibaca tidak di belakangi/ dihalangi oleh media lain
  • Pajangan harus teratur sehingga menarik dan indah.

Berapa lama pajangan dipasang.

 Pajangan yang sepanjang tahun ajaran biasanya berupa; Peraturan, tata tertib, motto atau kata-kata bijak, Pajangan yang lebih dari setahun ajaran adalah pajangan yang selama ada keterkaitan dengan tema, materi pembelajaran. Pajangan dalam seminggu atau sebulan biasanya berupa hasil karya anak yang dipajang di mading berupa gambar-gambar, puisi, hasil karya tulis. Bisa juga harian berupa format isian / lembar kerja siswa.

MODEL BELAJAR MANDIRI.

Model belajar mandiri menawarkan cara belajar yang akan membawa siswa kedunia bermain, model belajar mandiri diawali dari konsep sederhana, yaitu bagaimana seorang guru bisa membangkitkan selera belajar siswa dengan model belajar yang memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan sendiri tanpa  diberi komando/ instruksi setiap hari oleh guru. “ seperti apa  model belajar mandiri tersebut…? “

 Papan absen mandiri dan jam diri siswa :

Papan absen mandiri merupakan media untuk melatih siswa mengabsen diri sendiri dengan cara siswa membuka nama/foto yang tergantung di papan absen. Setelah itu dilanjutkan dengan memutar masing-masing jam kehadiran untuk menunjukkan jam berapa ia hadir pada saat itu. Kegiatan ini dilakukan Setiap pagi sebelum memulai belajar. Apa manfaatnya…? Anak terlatih jujur, sportif, bertanggung jawab dan disiplin.

Kotak Sarapan Pagi.

Kotak sarapan pagi merupakan tempat menyimpan soal-soal uji cakap bagi siswa dari beberapa materi. 10 menit sebelum belajar dimulai, satu persatu siswa ditanya oleh temanya sendiri tentang materi yang sudah dipelajari, bagi siswa yg mampu menjawab dibebaskan dari tugas (PR)

Kotak soal siswa.

Kotak soal siswa merupakan tempat menyimpan hasi ulangan harian, smesteran dan tugas siswa. Masing-masing siswa memiliki kotak sendiri, setiap semester isi kotak tersebut akan diperlihatkan kepada walimurid tentang nilai dan prestasi siswa

Pohon Ilmu

Pohon ilmu merupakan media motivasi belajar yg digunakan untuk memajangkan prestasi/ hasil kerja kelompok maupun individu, nilai pada pohon ilmu diibaratkan sebagai daun/buah, semakin tinggi hasil kerja siswa digantung berarti nilai tinggi sebaliknya yang terendah nilai tendah dengan demikian akan terjadi persaingan antara kelompok maupun individu.

Kotak Saran

Kotak ini berfungsi sebagai sarana menampung  saran, ide dan gagasan siswa kepada guru tentang apa saja yang berhubungan dengan pendidikan. Siswa yang tidak mampu menyampaikan dengan lisan ide dan gagasan bisa teratasi.

Mading

Majalah dinding merupakan media tempat mengembangkan minat dan bakat siswa, tempat mengekspresikan kreatifitas siswa, seperti puisi, karangan, kliping, gambar, cerita lucu, karikatur, dsb. Media ini diorganisir oleh siswa sendiri, setiap seminggu isi mading selalu diganti dengan karya yang baru dan begitu seterusnya

Mood  Meter

Mood meter merupakan media refleksi dan evaluasi proses belajar mengajar dikelas. Guru yang terbuka akan selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk merefleksi kembali PBM, apakah siswa dapat menyerap pelajaran yang diberikan guru atau tidak, metode pembelajran yang difasilitasi oleh guru disukai atau tidak dsb. Sehingga guru dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan padasaat PBM, jadi ada kesempatan guru untuk memperbaiki metode pembelajara.

Sekolah Ramah Anak juga menanamkan prilaku bersih yaitu bersih diri dan lingkungan serta pendidikan kesehatan yang berbasis keterampilan.

IPB oh IPB

Tiga tahun aku kuliah di IPB rasanya tidak ada perbedaan keindahan pada kampusku ini. Disana sini yang banyak berubah adalah semakin banyaknya bangunan yang didirikan oleh pihak kampus. Namun sayangnya, sentuhan pembangunan ini tidak menyenggol pada wilayah taman rektorat. Taman yang dimana ketika pertama kali ikita masuk IPB akan melewati daerah tersebut.

Sungguh ironis melihat keadaan taman sekarang. Bangunan yang dulu tujuannya untuk kenyamanan dan keindahan, sekarang malah menjadi tempat mangkal orang pacaran. Banyaknya tumbuhan menjalar yang tidak terwat pada bangunan menyebabkan tumbuhan tersebut menutupi bangunan utama dan terlihat gelap.

Air mancur terkadang seperti genangan air yang ada ketika hujan saja. Bahkan hal tersebut kemungkinan besar dapat menjadi sarang penyakit terutama nyamuk aedes aigpty, nyamuk penyebab utama demam berdarah. Padahal seidaknya kolam air mancur diganti setiap dua minggu sekali supaya terjadi sirkulasi air.

Pohon – pohon rindang memang bagus namun jika pohon tersebut sudah tua, malah lebih membahayakan orang disekitarnya daripada fungsi kerindangan tersebut. Banyak pohon yang telah berumur sebaiknya ditebang untuk keamanan bersama. Pohon yang ditebang tersebut layak diganti pohon baru yang memiliki rasio umur yang lebih panjang. Lantai duduk gladiator IPB sudah banyak yang berlubang. Terkadang pinggiran dari ubin tersebut terlihat lancip dan licin karena sudah banyak lumut yang menempel. Tempat ini sebaiknya segera diperbaiki karena tempat tersebut sering menjadi tempat berkumpul mahasiswa.

Lingkaran bulat berupa lambing IPB ditengah taman rasanya sudah seperti melecehkan IPB sendiri. Lambing yang seharusnya menjadi kebanggaan malah sekarang seperti sebuah pohon yang terkelupas kulitnya. Seharusnya ini menjadi pandangan sendiri bagi pihak pengelola kampus.

Kampus adalah milik bersama. Tentunya pengelolaan taman rektorat ini tidak hanya menjadi tanggungan pihak rektorat saja tentunya. Kita sebagai mahasiswa yang hidup di dalam kampus IPB tercinta tentunya juga harus ikut berperan dalam menjaga keindahan taman yang ada di kampus ini. Harus ada timbale balik antara pihak pengelola kampus dengan mahasiswa dalam menjaga dan merawat keindahan taman rektorat ini.

KAMPUSKU BERSIH …

KAMPUSKU INDAH..

Creat Idea to Green Campus …GO GREEN CAMPUS

warunger aksi greengombal IGLM 2012

warungers IGLM 2012

warungers 2011

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!